NCP : saatnya untuk menikah


adakah di jalan dakwah inilah kita akan menikah atau di jalan maksiat?



kenapa ya, isu menikah sedang hangat diperkatakan sekarang? di setiap blog, pengisian, perbualan sehingga khidmat pesanan ringkas juga tidak ketinggalan. adakah sekarang ini musim menikah bagi para akhwat?

oh, tunggu dulu. ikhwah masih tidak mencukupi. 



kenapa menikah?



adakah kita mahu menikah semata-mata hanya untuk mendapat ikhwah sebagai suami atau memenuhi keperluan dakwah? menikah adalah salah satu sarana tarbiyah. tujuan menikah adalah pertamanya untuk mecari redha Allah. 

dan yang kedua, untuk memberikan kesan optimum pada dakwah. agar dakwah bukan sahaja sampai pada mahasiswa atau mahasisiwi tapi bagi masyarakat juga.



pernikahan memberikan satu impak besar pada dakwah. di kala suami isteri saling lengkap melengkapi dan saling menguatkan, dakwah terus tersebar dan semakin gencar. harapnyatiada isu suami isteri saling melemahkan satu sama lain dan membantutkan lagi kerja dakwah. 



pastinya juga kelahiran mujahid dan mujahidah dari pasangan yang beriman, insyaAllah melahirkan pelapis-pelapis junior yang mengencarkan dakwah bukan sahaja di peringkat sekolah menengah bahkan di peringkat sekolah rendah atau tadika lagi. kecil-kecil sudah menjadi dai'e. wow.. hebat..! moga impian ini jadi kenyataan.



lambakan akhwat



adakah pernikahan merupakan satu angan-angan buat para akhwat? kerana sudah terbukti, ada akhwat masih tidak nikah-nikah lagi walaupun umur sudah mencecah 30 tahun kerana menunggu seorang ikhwah yang tidak kunjung tiba.



ada juga akhwat yang sudah hantar ' resume' berkurun-kurun tahun lamanya, tapi masih lagi belum menemukan jodoh. bahkan, akhwat yang muda pula mendapat tempat awal.



salah siapa? suka untuk saya kongsi dari sinopsis di jalan dakwah aku menikah, mengapa terjadi lambakan akhwat?

Beberapa orang bahkan sudah mencapai usia 35 tahun, sebahagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebahagian berusia 25 hingga 30, dan yang lainnya di bawah usia 25 tahun. Mereka semua ini siap menikah, siap menjalankan fungsinya dan peranan sebagai isteri dan ibu di rumah tangga. 

Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realiti bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fiqh Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang lebih anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih dia sebagai calon isteri anda? 

Ternyata anda memilih si A, karena ia memiliki kriteria kebaikan agama, cantik, menarik, Pandai, dan usia masih muda, 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan anda itu salah? Demi Allah, pilihan anda ini tidak salah! anda telah memilih calon isteri dengan benar karena berdasarkan kriteria kebaikan agama, dan memenuhi sunnah kenabian. 

namun,


 nikah connecting people or break among other people?

Jika kecantikan gadis harapan anda bernilai 100 poin, tidakkah anda bersedia menurunkan 20 atau 30 poin untuk bisa mendapatkan kebaikan dari segi yang lain? ketika pilihan itu membawa maslahat bagi dakwah, mengapa tidak ditempuh? Jika gadis harapan anda berusia 20 tahun, tidakkah anda bersedia sedikit memberikan toleransi dengan maslahat kepada wanita yang lebih mendesak untuk segera menikah disebabkan desakan usia? Jika anda adalah wanita muda usia, dan ditanya dalam konteks pernikahan oleh seorang lelaki yang sesuai kriteria harapan anda, mampukah anda mengatakan kepada dia, "saya memang telah siap menikah, akan tetapi si B sahabat saya, lebih mendesak untuk segera menikah". 

Atau kita telah sepakat untuk tidak mahu melihat realiti itu, karena bukanlah tanggung jawab kita ? Ini urusan masing-masing. Keberuntungan dan ketidakberuntungan adalah soal takdir yang tidak berada di tangan kita. MasyaAllah, seribu dalil bisa kita gunakan untuk menegakkan pikiran individualistik kita. Akan tetapi hendaknya kita ingat pesan kenabian berikut: 

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak bisa tidur dan panas" (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Bisa jadi kebahagiaan pernikahan kita telah menyakitkan dan mengiris-ngiris hati beberapa orang lain. Setiap saat mereka mendapatkan undangan pernikahan, harus membaca, dan menghadiri dengan perasaan yang sedih, karena jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah, dan kepercayaan diri semakin berkurang.Disinilah perlunya kita berfikir tentang kemaslahatan dakwah dalam proses pernikahan muslim.

subhanallah. terkesima saya membacanya. ambillah pengajaran daripada setiap inci dan sudut kata-kata ini.



apabila jalan suami isteri berlainan



sebenarnya kita yang memilih untuk punyai jalan yang berlainan kerana pilihan terletak di tangan kita. memang tidak dinafikan, ada sahaja lelaki-lelaki di luar sana yang sedang menunggu untuk melamar kita ataupun kita sudah berjanji untuk menunggu dia melamar kita dan segala macam lagi, namun, perlu kita ingat, sanggupkah kita untuk meleburkan dakwah semata-mata kerana nafsu kita? lainlah kiranya jika lelaki itu bersedia untuk ikut halaqah atau tarbiyah dan bersedia di 'follow up' oleh ikhwah. namun kebanyakannya, mereka tak bersedia untuk mengikuti. itulah masalahnya..



sukar untuk memiliki suami  'biasa' yang boleh terus faham dengan keadaan kita.

kadang-kadang bila halaqah dilakukan lewat malam, program hujung minggu dan segala tuntutan dakwah yang perlu dilakukan, akan ada ngomelan dari para suami. 



keluar dan balik lewat malam, hujung minggu tidak dapat bersama, terabai, kurang kasih sayang.. dan lama-lama suami menjadi jenuh dengan kerenah kita. dan akhirnya kita terpaksa pasrah dengan kehendak suami yang mahu kita duduk di rumah menghabiskan banyak masa bersamanya.



lebih menyedihkan, atas arahan suami kita terpaksa mengabaikan dakwah. akhirnya, kitalah yang menjadi golongan yang berciciran dari jalan ini. mahukah kita?



kesimpulan : bersabarlah, waktu itu akan tiba



ramai akhwat mahu cepat nikah dengan alasan mahu elak zina hati, ibu bapa suruh menikah cepat, takut 'tak laku' dan sebagainya.



namun, bersabarlah dan terus kuatkan hubungan kita dengan Allah. insyaAllah masa itu akan tiba. kalau bukan di dunia, di akhirat sana. usah bersedih hati andai kamu sangat lelah dengan penantian ini, lambat atau cepat itu urusan Allah. teruskan berdoa dan berdoa agar dipercepatkan jodoh dan dikurniakan suami yang soleh yang menjadi penguat kita melangkah di jalan dakwah ini.



seandainya kita tidak dapat suami di dunia ini, insyaAllah di akhirat sana ada ramai lagi 'bidadara' yang akan menunggu kita. yakinlah ukhti.



usah bersedih andai usiamu semakin lanjut. mana tahu, di sebalik itu, Allah mengurniakan hikmahnya, kamu ditakdirkan menikah dengan ikhwah yang lebih muda. terus bergembira dengan janji Allah.. 



cincin ini akan disarung di jari kita oleh tangan yang tidak pernah menyentuh kita. 

siapakah dia? hanya Allah yang tahu.
***
[] sekarang ni mode Nikah Connecting People (NCP). sebab kanan kiri semua orang sibuk melafazkan aqad. tehee.
[] kalau rasa dah readu nak mendirikan baitul dakwah, bismillah, jalan. moga Allah mudahkan urusan kalian ^^
 

Comments

Popular posts from this blog

i'm back

2014: Beli Kereta, Kahwin, Property Pertama dan...??

Give me a reason.